Labu Siam (updated 6 Juni 2017)

labusiam

Membiakkan labu siam (foto 21 Mei 2017)

Saya ingin sekali menanam labu siam. Ini terkait memori masa kecil. Di pagar kawat rumah nenek, menjalar pohon labu siam. Sulur-sulurnya dan buah yang bergelantungan, selalu terbayang di pelupuk mata.

Berkeliling ke beberapa toko tani, tak ada yang menjual benih labu siam. Berselancar ke penjual online, tak ada juga yang punya. Tetapi, saya menemukan satu tulisan. Dia bilang, lebih mudah mencari benih labu siam di pasar tradisional.

Belilah labu siam yang tua, katanya. Ditandai dengan warna yang sudah tidak hijau lagi. Sebaiknya yang berukuran besar, agar nanti keturunannya juga punya potensi berbuah besar. Setelah didapat, biarkan dalam lingkungan lembab selama kurang lebih 2 minggu, sampai akar dan tunasnya muncul.

Saya pun ke pasar. Dan, rezeki, menemukan labu yang sudah mulai pecah. Bakal akarnya sudah terlihat. Jadi, untuk sampai berakar seperti pada foto, hanya butuh beberapa hari.

Dari sekian banyak labu yang saya beli, baru dua buah itu yang berakar. Sisanya belum terlihat tanda-tanda pembiakan. Memang saat beli, hanya dua buah yang besar itu yang sudah mulai pecah ujungnya.

Semoga bibit ini tumbuh subur.

Perkembangan Tanaman Labu Siam

Hari ini, 6 Juni 2017, saya ingin menceritakan pertumbuhan labu siam.

Dari beberapa buah labu yang saya beli dan didiamkan di tempat lembab, hanya 2 buah labu saja yang bertahan. Akar-akarnya bertambah, dan muncul tunas. Sisanya mulai membusuk tanpa ada tanda-tanda kehidupan baru. Tak apa, ini saja sudah saya syukuri. Semoga keduanya tumbuh subur. Bahkan, ini yang terbaik. Andai kesemua labu yang saya beli tumbuh, saya yakin bakal kesulitan sendiri. Mau ditanam dimana, coba?

Setelah saya lihat akar-akarnya secara pasti memanjang dan bertambah, saya segera siapkan pot untuk antara. Kata literatur, labu siam tak suka air. Bibitnya akan tumbuh justru jika tidak sering disiram. Jadi, dia minta tempat yang kering tapi kena sinar matahari. Disiram cukup 4 hari sekali atau jika menurut kita media tanamnya bear-benar sudah mengering.

Saya berusaha benar-benar menjalankan info yang saya baca. Jangan sampai labu yang ini busuk seperti kasus sebelumnya. Iya. Sebelum ini saya sempat juga mencoba mendapatkan tanaman labu baru dari buah lama. Saya timbun dengan tanah di pot. Saya sirami dengan rajin. Dan… kemudian busuk. Hadeuh…

Salah satu tujuan menanam labu di pot adalah selain sebagai antara, juga agar kelembaban bisa kita kontrol. Jika telanjur ditanam di tanah dan kemudian hujan, sementara tanaman belum cukup kuat, agak merepotkan. Potensi almarhumnya tinggi.

Tahap 1 sudah terjalankan. Memindahkan benih ke polibag. Ini posisi tanaman pada tanggal 30 Mei. Sedangkan pada 4 Juni, ini fotonya, batang yang kiri sudah sekitar 30 cm:

20170604_145033_resized(1)

Tanaman pada 4 Juni 2017.

Saya masih menunggu waktu untuk memindahkannya ke tanah. Saya sedang berencana membuat bedengan untuk taman saya. Agar tanaman tidak tergenang kala hujan. Sampai hari ini, bahan-bahannya belum lengkap. Semoga secepatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s