MENYEMAIKAN BENIH

Tahap paling awal dalam berkebun adalah mempunyai bibit tanaman. Bibit dapat diperoleh dengan beberapa cara.

Pertama, dari benih/biji. Ini cara paling asli. Paling menguras energi dan emosi. Tapi ketika berhasil, tingkat kepuasan akan paling tinggi.

Kedua, dari stek batang. Ini cara klasik. Bagaimana kita bisa melukai tanaman pada batangnya, dan menumbuhkan tanaman baru dari situ.

Ketiga, dari indukan yang kita punya. Yang saya maksud disini adalah mendapatkan tanaman baru dari sisa atau kepingan bagian dari tanaman lama. Misalnya, seperti banyak dilakukan pekebun rumahan, mendapatkan pohon nanas baru dengan merendam irisan bagian atasnya sampai keluar akar, keludian dipindahkan ke tempat tanam.

 

Pada kesempatan ini saya akan fokus pada cara mendapatkan anakan dari benih, dan sedikit dari kepingan tanaman lama.

 

Mendapatkan tanaman baru dari sebuah biji, adalah perjalanan hati, pikiran, dan fisik. mendapatkan benih berkualitas baik, baru sekedar tahap pertama. Tak ada jaminan benih ini berkembang. Rata-rata penyedia benih akan mengatakan “daya berkecambah 80%”. Ini berarti, jika kita menanam 10 benih, maka akan ada harapan tumbuh menjadi tanaman 8 buah. Sisanya kemungkinan besar akan gagal tumbuh.

 

Tahap pertama, tadi sudah disebutkan, yaitu mendapatkan bibit yang berkualitas. Ini penting, agar hasil yang didapat juga maksimal, sehingga ada kepuasan diri atas keberhasilan berkebun yang melelahkan dan cukup makan waktu ini`

Setelah mendapatkan benih, rendam benih minimal 3 jam. Ada dua tujuan dari perendaman ini. Jika sampai 3 jam benih masih mengambang, sebaiknya tidak perlu repot-repot menanamnya. Ini merupakan benih kosong atau kualitasnya sudah menurun banyak dari saat pengemasan. Tujuan kedua, untuk melunakkan lapisan terluar benih. Sehingga, benih lebih mudah “menetas” berkecambah.

Jika yang akan disemai terdiri lebih dari 1 macam tanaman, maka saat perendaman sebaiknya tempat merendam terpisah. Agar tidak tertukar-tukar. Apalagi jika ada 2 tanaman dari satu varietas. Contoh, biji cabe rawit dan cabe besar mirip.

Saya biasanya menggunakan barang-barang di dapur yang jarang dipakai dan mempunyai lebih dari satu cekungan kecil-kecil. Misalnya, cetakan kue cubit, cetakan es batu, cetakan agar-agar, wadah telur. Selain itu, saya biasa menyiapkan stiker-stiker kecil untuk menamai satu demi satu jenis. Untuk keamanan saja. Karena, sebagai pemula, kadang saya tidak hafal bentuk biji seperti ini milik tanaman apa, dan nanti pas awal tumbuh juga tidak tahu daun seperti ini daun apa.

Sambil merendam benih, kita siapkan tempat semai dan media semai. Saat ini banyak tersedia media tanam siap pakai. Ini sangat memudahkan saya yang masih bergidik kalau harus menyentuh pupuk kandang langsung, tapi lebih toleran kalau sudah dalam bentuk media tanam. Jika ingin membuat media semai sendiri, bisa disiapkan 1 bagian tanah, 1 bagian kompos, dan 1 bagian pupuk kandang. Diaduk rata. Lebih baik lagi jika media ini sudah disiapkan 2-3 minggu sebelumnya dan dibiarkan terpapar sinar matahari secara langsung.

Tempat semai, bisa pakai apa saja. Yang penting, bagian bawahnya berlubang. Lubang bawaan atau sengaja kita lubangi. Tujuannya, untuk mengeluarkan kelebihan air sehingga akar yang tumbuh nanti tidak tergenang. Di sisi lain, lubang ini juga bisa menjadi jalan masuk air.

Di toko pertanian bisa didapat baki semai yang sudah terdiri dari banyak lubang. Ada banyak pilihan. Ukuran 5×10 lubang, 6×12, 7×15, bahkan ada yang sampai 200 lubang dalam 1 tray. Di rumah, kita bisa juga menggunakan baki semai dari gelas air mineral 200 ml yang dilubangi bawahnya, atau dalam pot kecil, atau… saya pernah pakai alas cetak bolu kukus yang nyaris tak pernah dipakai masak. Intinya, tempat semai ini bisa menampung si benih sampai dia berkecambah, mulai berdaun, dan tumbuh kuat.

Saya tidak menyarankan menyemai beberapa benih dalam satu wadah. Toh bijinya juga kecil-kecil, demikian mesin hitung di kepala kita bekerja. Tapi, akan repot di akhir. Jika misalnya kita tabur 5 benih di dalam 1 pot, maka nanti masalah kita akan terjadi saat memindahkan anakan ini ke tempat lain, satu demi satu. Akar dari tanaman akan saling berkelindan. Perlu ekstra niat untuk menguraikannya menjadi terpisah akar satu tanaman dengan yang lainnya.

Pemindahan dari tempat semai ke pot lebih besar, inginnya sih tidak bermasalah. Tapi sering ketidaktelatenan kita, buru-buru, atau kecelakaan, akan mengakibatkan tanaman stres bahkan kemudian mutung, mati.

Media tanam di dalam wadah harus dibasahi dulu sebelum diisi. Demikian juga tanaman baru yang akan dipindah. Siram dulu sampai basah. Ini sebuah langkah untuk menjaga agar tanaman muda kita tidak stres karena dipindah-pindah.

Cara membasahi media tanam dalam wadah, ada dua cara. Disiram, diguyur, lalu ditiriskan sampai tak ada yang menetes lagi, baru diisi benih. Atau, rendam pot dalam air. Perlahan akan terjadi proses osmosis sampai seluruh media dalam pot itu basah.

Akan sangat menolong jika kita mau sejenak meluangkan waktu tiap pagi untuk menyiram dan memperhatikan para bayi baru lahir ini. Mencatat tmbuhkembangnya.

Setelah benih dibenamkan dalam media tanam, dengan kedalaman sekitar 0.5 cm, tutup tipis dengan arang sekam. Lalu tutup wadahnya dengan benda gelap. Saya biasa pakai kresek hitam untuk menutupi. Biarkan dia berproses 2-3 hari. Setelah hari ketiga, mulai ada yang tumbuh, satu demi satu.

Jika sudah ada yang berkecambah dan kemudian berdaun, maka penutup gelap dibuka saja. Biarkan tanaman terkena matahari, tapi tidak boleh terkena air hujan dulu.

Beberapa hari kemudian, tanaman akan semakin membesar, dan siap dipindahkan. Lakukan penyiraman dulu sebelum dipindahkan, untuk mengurangi tanaman stres. Setelah tanaman terlihat kokoh, berdaun 4 sampai 8, atau akar-akar sudah terlihat memenuhi media tanam, itu saat yang tepat untuk memindahkan semaian kita ke tempat tanam yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s