Kentang

 

20170605_194612-1_resized

Mata kentang yang sudah mulai muncul bakal tunas

Kami bukan pemakan kentang banyak-banyak. Paling-paling untuk perkedel, sop, dan sambal goreng. Sebetulnya, suka juga bubur kentang, tapi jarang buat  di rumah. Karena kan paketnya dengan steak. Hehe.

 

Hanya saja, sejak melihat video-video berkebun, terutama yang di luar negeri, kok saya melihatnya seksi. Keren sekali kalau berhasil menanam kentang sampai panen. Apalagi saya tinggal di Bogor, bukan wilayah penghasil kentang. Kalau bisa menumbuhkan tanaman kentang, sampai berumbi, sampai panen, apalagi banyak, kan sesuatu banget.

 

Saya mencari-cari di penjual bibit, tak ada yang sedia bibit kentang. Padahal kalau di video itu, mereka menanam kentang dari bibit yang dibeli di toko pertanian. Berbentuk kentang yang sudah mulai tumbuh bakal pohon dari mata-akar mata-akarnya. Mungkin karena di Indonesia tidak banyak wilayah yang layak untuk tumbuhnya kentang.

 

Tanaman kentang butuh matahari banyak, tapi sedikit hujan, dan ketinggian tertentu. Kebun kentang yang pernah saya tahu tanpa sengaja ada di sekitar Ciwidey, Soreang. Disitu dingin, karena sudah masuk kaki gunung. Tinggi dari permukaan laut di 1000an meter. Tapi matahari cukup terik kalau siang.

 

Bogor tempat saya tinggal, panas, banyak hujan, dan tidak setinggi itu walau bukan wilayah pantai juga. Ini malah jadi tantangan. Toh berkebunnya di wadah, bukan di tanah.

 

Dua hari lalu, saat belanja bulanan di supermarket, mata tertumbuk pada sebutir kentang di rak yang sudah mulai muncul tunas, persis seperti yang pernah saya lihat di video. Andai saya lapor kepada supervisornya, mungkin aka nada karyawan yang ditegur. Kentang bertunas kan tanda tua. Harusnya sudah tak layak pajang di supermarket. Tapi untuk saya, berkah.

 

Saya masukkan sebagai salah satu item belanjaan. Memang sih, teman-temannya jadi pada ikut, haha.

20170605_194531-1_resized

Kentang ukuran sekitar 5x5x7 cm kubik.

Insyaallah nanti sore akan saya tanam di polybag, setelah seharian ini ngetem di kulkas. Idenya, mirip seperti cara membiakkan stroberi ataupun bunga tulip di Indonesia. Dinginkan dulu di kulkas. kalau tulip sih 3 bulanan disimpan di kulkasnya. Untuk sekedar eksperimen, kelamaan. Saya dinginkan saja sehari. Terlalu lama malah takut jadi mati. Sayang, susah lagi cari kentang bertunas.

20170605_194916-1_resized

Kentang biasa. Belum bertunas, beli di pasar. Semoga berhasil membiakkan.

Wait and see…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s