Cabe mahal. Ibu-ibu pun berteriak. Medsos berisik. Pemerintah dihujat. Tukang sayur diomeli. Anak-anak makannya dibatasi.

 

Dari tahun ke tahun, selalu ada masa tiba-tiba dapur panik dan negara yang disalahkan. Selalu akan ada tertuduh. Tengkulaklah. Transportasi buruklah. Dinas Pertanian tidak becus menyiapkan produksilah. Macam-macam.

 

Adakah waktu untuk sejenak kita googling? Hama tanaman cabe. Dan akan muncul ribuan artikel. Klik saja satu artikel. Maka akan terdaftar puluhan penyakit tanaman cabe. Busuk karena telur lalat buah. Kutu putih. Daun keriting. Dan lain-lain. Sekali hama menyerang dan tak terpantau, maka dalam sekejap sebarannya merata ke seluruh kebun. Bersyukur jika kita hanya menanam cabe di halaman. Bayangkan petani yang mengembangkan hektaran tanaman cabe. Kerugian bisa tiba-tiba membentang jelas di hadapan.

 

Pada saat seperti itulah, cabe yang diproduksi berkurang banyak. Sementara, dapur-dapur rumah kita nyaris tak pernah mau tahu. Dapur 200 jutaan orang. Yang tak peduli apa yang terjadi, mereka hanya ingin bisa tetap  menyajikan sambal, rendang, balado, dll. untuk keluarga. Cabe yang berjumlah seadanya itu pun menjadi rebutan semua pihak. Naiklah harganya.

 

Ketika cabe naik harga, selalu ada pihak yang melihat peluang rezeki. Jika naiknya lama, ada peluang mendapatkan angka penjualan yang signifikan. Maka, ditimbunlah. Entah bagaimana caranya, agar jumlah cabe bisa berlama-lama ditahan edar.

 

Pada satu titik, sebagai pembeli, kita tak merasa perlu dengan adanya perdebatan itu. Mengapa tidak kita fokuskan pada yang sedang menarik minat.

 

Kesempatan ini bisa kita manfaatkan untuk introspeksi. Apakah memang hanya bisa membeli, agar kebutuhan hidup keluarganya terpenuhi? Apakah kita akan sangat sengsara jika tak menemukan pohon-pohon laibahan-bahan itu?

 

Dalam kesendirian, lebih mudah bagi hati untuk merasa: karenanya, bersendirilah, dan berfikirlah.

 

Dari situ, kita biasanya akan paham. Hidup tak sesederhana di katulistiwa. Tak melulu panas.. ada kala petir menyambar, ada masa kiriman tak datang.

 

Adakah terpikirkan, membuat hidropnik untuk cabe? Bahan setengah pokok inis edang kami garap di BIP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s