Jurnal 30 Juni 2017

Target hari ini sebetulnya mau memindah-mindahkan tanaman ke tempat yang lebih pas. Hujan sejak kemarin yang tak henti sampai pagi, membuyarkan rencana. Ketiadaan media tanam juga menjadi alasan pelengkap.

Pagi tadi saya sempat panen kangkung yang kemudian ditumis untuk sarapan.  Setelah dipanen, saya taburkan biji baru. Tak hanya kangkung, tapi juga bayam merah, bayam putih, dan bayam belang. Saya mencoba rutin menabur benih bayam dan kangkung setiap 2 atau 3 minggu. Tujuannya, agar selalu ada bayam dan kangkung siap panen. Seperti saat ini. Saya panen kangkung. Saya petik tanaman yang sudah tinggi sekitar 30 cm. Pada saat yang sama, ada kangkung-kangkung tanggung. 20 cm-an, dan yang sekitar 5 cm. demikian juga bayam.

4 pak media tanam yang kemarin saya beli dari penjual tanaman hias dekat RS Hermina sudah terpakai 3. 2 pak untuk  mengisi raised-pillow (istilah yang saya pakai untuk menyatakan bedengan kecil seukuran 1-2 tanaman saja) kacang panjang. Hanya dapat 3,5 mini-bedengan. Padahal keseluruhan ada 12 mini-bedengan untuk kacang panjang, dan minimal 3 untuk timun dan waluh. Satu pak lagi saya pakai untuk mengisi pot. Saya memindahkan sawi dan selada dari baki-semai ke pot.

Ada 9 pot kecil tanaman kacang panjang yang perlu dipindahkan. Belum saya lakukan, karena mini-bedengannya belum terisi semua. Padahal, dalam rencana, semua itu akan berantai. Jika kacang panjang dipindah ke tanah, pot bekasnya bisa dipakai memindahkan cabe dari polybag. Sedangkan pot bekas labu siam akan saya pakai untuk menanam tanaman umbi, seperti wortel, lobak, dan bit.

Saya berhasil memindahkan 1,5 baki tanaman muda aneka varietas selada. Pagoda, kailan, sawi, selada, kale. Ada juga 5 bakal daun bawang. Akhirnya ada yang tumbuh juga setelah beberapa kali mencoba. Semoga bertahan sampai besar dan produktif.

Satu baki kosong dari tanaman, saya penuhi dengan Humagrow. Setelah dibasahi dan dibiarkan sampai tidak ada air menetes lagi,saya semaikan biji-biji cabai aneka jenis yang sudah saya rendam dari pagi. Saat merendam, saya gunakan air hangat. Penataan di baki kali ini agak saya bedakan dari biasa. Secara urut saya semaikan satu biji dari satu jenis, terus sampai habis. Ada 20 varian cabe yang saya punya ternyata. Setelah ke-20 varian terwakili, saya buat lagi dari jenis pertama. Baris kelima, saya isi acak tapi dinamai. Menghabiskan jenis-jenis yang sisa 1-2.

Baki kosong berikutnya adalah baki berukuran 6×12 lubang. Saya semaikan sisa cabai. Termasuk juga tanaman-tanaman umbi lain. Sebetulnya, tanaman umbi lebih bagus kalua langsung sebar benih di lahan tanam. Sebabnya adalah agar perakaran tak terganggu, seperti yang sering terjadi saat memindahkan tanaman. Akar pada tanaman umbi adalah kunci. Karenanya harus mendapat perlakuan sangat hati-hati.

Ternyata penuh juga baki kedua ini .

Setelah kedua baki terisi, posisi benih-benih dirapikan, agar tertutup tipis lapisan tanah. Baru setelah itu dilakukan penyiraman ulang, untuk memastikan biji didalam baki semai berada dalam lingkungan lembab. Harapannya, dengan kelembaban tinggi, proses perkecambahan lebih mudah terjadi.

Dari pengalaman, saya menemukan, menebar benih di baki-semai, sebaiknya dari tanaman sekufu. Tanaman yang umur semainya kurang lebih sama. Sehingga, mereka akan membesar bersama.

Begitulah, jurnal berkebun saya hari ini, Jumat, 30 Juni 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s