Memulai Berkebun Itu, Mudddaaah!

Ini iklan. Iya. Iklan berkebun. Maaf kalau jadi ada iklan lain yang numpang nampang.

Memulai menanam sendiri sayur segar kita, mudah. Yang dibutuhkan hanya 4.

1. Benih tanaman

2. Media tanam

3. Tempat menanam

4. Niat.

Kita bahas satu demi satu.

4. Niat. Hanya kita dan Tuhan yang tahu. Selengkap apapun fasilitas, sesusah apapun situasi, semua baru bisa mewujud jika ada niat untuk menanam. Tujuannya bisa untuk memastikan bahwa sayuran yang kita makan, terutama yang tidak dimasak dulu, adalah sayuran sehat sesehat-sehatnya. Atau, agar kebutuhan emergency bisa terpenuhi (cabe rawit, seledri, bawang daun). Atau, alasan lain yang bebas merdeka diputuskan masing-masing.

2. Media tanam. Bisa konvensional, tanah, atau yang sedang trendy, air. Hidroponik. Sampai saat ini, saya masih lebih nyaman dengan tanah. Tanah bisa ambil di halaman, kemudian disuburkan dengan sisa sayuran yang sudah jadi humus. Atau, cara mudah dan praktis, beli saja media tanam siap pakai. Banyak kok yang jual. Di pinggir jalan di penjual tanaman hias, bisa kita dapatkan tanah sekarung dengan berat 5 kg, sekitar rp 12.500 s.d 15.000. Atau di supermarket kerumahtanggaan. Harganya tentu lebih tinggi, tapi lebih bersih penampilannya. Kalau mau ke grosir atau toko pertanian, bisa lebih murah. Tapi beli dari penjual pinggir jalan saja cukup untuk permulaan.

1. Benih. Untuk memulai bercocok tanam, benih bisa diambil dari kulkas.

Pilih cabe, tomat, atau jeruk yang paling tampak matang. Ambil bijinya. Tabur di tanah. Atau iris-iris melintang, irisannya tata di permukaan tanah, tutupi dengan selapis tipis tanah.  Jaga agar tetap lembab, tapi tidak tergenang. Sekitar 1 bulanan akan mulai berkecambah, kemudian tumbuh menjadi pohon baru.

Seledri, bawang daun, kangkung, selada. Potong sekitar 3-5 cm dari akar. Tanam. Dalam 2 mingguan akan terlihat apakah sisa sayuran yang biasanya langsung dibuang ini akan menjadi tanaman baru atau menjadi humus. 😀. Tidak terlalu mudah menumbuhkan dengan cara ini, tapi ini cara paling praktis. Sekali menanam, selanjutnya tinggal menjaga kelembaban tanah. Berhasil atau gagal tumbuh, tetap bermanfaat. Jika tumbuh, kita punya tanaman baru, jika gagal, tanahnya akan semakin subur. Jadi, mengapa tidak dicoba?

3. Tempat menanam. Sering mendengar alasan tidak menanam karena tidak punya halaman. Susah memang ya berkebun di era ketika rumah kita menyaingi tanaman. Tumbuh dan meninggi. 😀. Sebagian dari kita rumahnya tumbuh di lahan yang semula halaman, atau tinggal di ketinggian apartemen. 

Tetapi, seperti yang sering didengungkan para motivator, tak ada yang tidak mungkin. ✌. Zaman sekarang, rasanya hampir semua rumah menghasilkan sampah plastik kemasan ulang. Bekas minyak goreng, pembersih lantai, sabun cuci, atau lainnya. Plastik-plastik bekas ini bisa kita pakai. Kemasan susu cair 1 liter juga bisa digunakan.  Caranya, cuci bersih dan keringkan. Kemudian, beri lubang kecil di dasar dan pinggirnya. Bisa menggunakan paku atau obeng yang dipanaskan, atau digunting. Ukuran lubang kira-kira diameter 0.5 sd 1 cm. Untuk kemasan 1 liter, cukup dibuat 3 lubang di dasar dan 2 sd 4 lubang di samping, di ketinggian 2 sd 10 cm dari dasar. Lubang di samping berfungsi sebagai ventilasi, sedangkan lubang di dasar untuk membuang kelebihan air.

Pot pun siap diisi. Jangan lupa beri alas baki atau piring bekas, agar air tidak menetes ke mana-mana.

Mudah, murah, sederhana, tapi tetap tinggi manfaat. Bahkan, selaras dengan upaya pelestarian alam:

Menunda penambahan sampah, sambil menambah suplier oksigen di muka bumi.

Jadi… Mari kita mulai.

Selamat bercocok tanam!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s